Home » All posts
Selasa, 17 Juni 2014
Rabu, 21 Mei 2014
Spesipikasi Processor Intel dan AMD
PROCESSOR INTEL
Pentium I :
Tahun pembuatan : 1992
Tahun Dirlis : 22 Maret 1992
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Pentium II :
Tahun pembuatan : 1997
Tahun Dirlis : 7 Mei 1997
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Pentium III :
Tahun pembuatan : 1999
Tahun Dirlis : 1999-2000
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Pentium 4 :
Tahun pembuatan : 2000
Tahun Dirlis : 2000-2008
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Pentium 4 adalah mikroprosesor generasi ketujuh yang dibuat oleh Intel dan dirilis secara resmi pada tanggal 20 November 2000, meneruskan prosesor Pentium III. Nama perkenalan generasi awalnya adalah Willamette, kemudian dikembangkan kembali dengan nama perkenalan Northwood, Prescott, dan Cedar-Mill.
Nama
prosesor Intel Pentium 4
Nama perkenalan Willamette
Northwood
Prescott
Cedar-Mill
Luas
penampang Willamette: 217 mm2
Northwood: 131 mm2
Prescott: 112 mm2
Proses
produksi Willamette: 180 nm
Northwood: 130 nm
Prescott: 90 nm
Cedar-Mill: 65 nm
Jangkauan
kecepatan 1,3 GHz hingga 3,8 GHz
Transistor Willamette: 42.000.000
Northwood: 55.000.000
Prescott: 125.000.000
Instruksi
tambahan x86, MMX, SSE, SSE2, SSE3 (Prescott dan Cedar-Mill), EM64T (Prescott dan Cedar-Mill), Intel xD (Execute Disable Bit untuk melindungi diri dari ancaman buffer overflow), Intel Hyper-Threading (beberapa prosesor Northwood, Prescott, dan Cedar-Mill), dan teknologi virtualisasi Intel (Vanderpool)
Bus sisi
depan (FSB) 400 MHz, 533 MHz, 800 MHz, atau 1.066 MHz (bersifat empat kali lipat atau quad)
Pipeline Willamette dan Northwood: 20
Prescott dan Cedar Mill: 31
Cache L1 Cache data: 8 KB (Wilamette, Northwood); 16 KB (Prescott, Cedar-Mill)
Cache instruksi: 12 KB
Cache L2 256 KB, 512 KB, atau 1.024 KB, dalam tubuh, kecepatan penuh (setara dengan kecepatan prosesor) dengan lebar lajur 256-bit
Jenis cache L2 Asosiatif delapan lajur, mendukung ECC
Cache memori 4 GB
Dudukan
prosesor FC-PGA 423 (Flip-Chip Pin-Grid Array)
FC-PGA Mikro 478 (Micro Flip-Chip Pin-Grid Array)
LGA 775 (Land Grid Array)
Dukungan
multiprosesor Tidak (hanya didukung oleh Intel Xeon)
Memori yang
didukung SDRAM: PC-133
DDR-SDRAM: PC-2100, PC-2700, PC-3200 (satu atau dua kanal)
DDR 2-SDRAM: PC-4200, PC-5300, PC-6400, PC-8000
RDRAM: PC-600, PC-700, PC-800, PC-1066
Kelemahan :
Celeron :
Tahun pembuatan : 1998
Tahun Dirlis : April 1998
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Core Duo :
Tahun pembuatan :
Tahun Dirlis :
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Core 2 Duo :
Tahun pembuatan : 2006
Tahun Dirlis : 27 juli 2006
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Quad Core :
Tahun pembuatan : 2008
Tahun Dirlis :
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
PROCESSOR AMD
Duron :
Tahun pembuatan : 2000
Tahun Dirlis : Juni 2000
Perusahaan : AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
Atlhon XP :
Tahun pembuatan : 2001
Tahun Dirlis : 9 oktober 2001
Perusahaan : AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
Barton :
Tahun pembuatan : 2003
Tahun Dirlis : 10 february 2003
Perusahaan : AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
Sempron :
Tahun pembuatan : 2004
Tahun Dirlis : 2004
Perusahaan :AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
AM2 :
Tahun pembuatan :
Tahun Dirlis :
Perusahaan : AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
Pentium I :
Tahun pembuatan : 1992
Tahun Dirlis : 22 Maret 1992
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Pentium II :
Tahun pembuatan : 1997
Tahun Dirlis : 7 Mei 1997
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Pentium III :
Tahun pembuatan : 1999
Tahun Dirlis : 1999-2000
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Pentium 4 :
Tahun pembuatan : 2000
Tahun Dirlis : 2000-2008
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Pentium 4 adalah mikroprosesor generasi ketujuh yang dibuat oleh Intel dan dirilis secara resmi pada tanggal 20 November 2000, meneruskan prosesor Pentium III. Nama perkenalan generasi awalnya adalah Willamette, kemudian dikembangkan kembali dengan nama perkenalan Northwood, Prescott, dan Cedar-Mill.
Nama
prosesor Intel Pentium 4
Nama perkenalan Willamette
Northwood
Prescott
Cedar-Mill
Luas
penampang Willamette: 217 mm2
Northwood: 131 mm2
Prescott: 112 mm2
Proses
produksi Willamette: 180 nm
Northwood: 130 nm
Prescott: 90 nm
Cedar-Mill: 65 nm
Jangkauan
kecepatan 1,3 GHz hingga 3,8 GHz
Transistor Willamette: 42.000.000
Northwood: 55.000.000
Prescott: 125.000.000
Instruksi
tambahan x86, MMX, SSE, SSE2, SSE3 (Prescott dan Cedar-Mill), EM64T (Prescott dan Cedar-Mill), Intel xD (Execute Disable Bit untuk melindungi diri dari ancaman buffer overflow), Intel Hyper-Threading (beberapa prosesor Northwood, Prescott, dan Cedar-Mill), dan teknologi virtualisasi Intel (Vanderpool)
Bus sisi
depan (FSB) 400 MHz, 533 MHz, 800 MHz, atau 1.066 MHz (bersifat empat kali lipat atau quad)
Pipeline Willamette dan Northwood: 20
Prescott dan Cedar Mill: 31
Cache L1 Cache data: 8 KB (Wilamette, Northwood); 16 KB (Prescott, Cedar-Mill)
Cache instruksi: 12 KB
Cache L2 256 KB, 512 KB, atau 1.024 KB, dalam tubuh, kecepatan penuh (setara dengan kecepatan prosesor) dengan lebar lajur 256-bit
Jenis cache L2 Asosiatif delapan lajur, mendukung ECC
Cache memori 4 GB
Dudukan
prosesor FC-PGA 423 (Flip-Chip Pin-Grid Array)
FC-PGA Mikro 478 (Micro Flip-Chip Pin-Grid Array)
LGA 775 (Land Grid Array)
Dukungan
multiprosesor Tidak (hanya didukung oleh Intel Xeon)
Memori yang
didukung SDRAM: PC-133
DDR-SDRAM: PC-2100, PC-2700, PC-3200 (satu atau dua kanal)
DDR 2-SDRAM: PC-4200, PC-5300, PC-6400, PC-8000
RDRAM: PC-600, PC-700, PC-800, PC-1066
Kelemahan :
Celeron :
Tahun pembuatan : 1998
Tahun Dirlis : April 1998
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Core Duo :
Tahun pembuatan :
Tahun Dirlis :
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Core 2 Duo :
Tahun pembuatan : 2006
Tahun Dirlis : 27 juli 2006
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
Quad Core :
Tahun pembuatan : 2008
Tahun Dirlis :
Perusahaan : Intel
Keunggulan :
Kelemahan :
PROCESSOR AMD
Duron :
Tahun pembuatan : 2000
Tahun Dirlis : Juni 2000
Perusahaan : AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
Atlhon XP :
Tahun pembuatan : 2001
Tahun Dirlis : 9 oktober 2001
Perusahaan : AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
Barton :
Tahun pembuatan : 2003
Tahun Dirlis : 10 february 2003
Perusahaan : AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
Sempron :
Tahun pembuatan : 2004
Tahun Dirlis : 2004
Perusahaan :AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
AM2 :
Tahun pembuatan :
Tahun Dirlis :
Perusahaan : AMD
Keunggulan :
Kelemahan :
Kamis, 15 Mei 2014
ANALISIS PENGEMBANGAN SISTEM OPERASI
1. Jelaskan konsep dasar sistem menurut yang anda ketahui ?
2. Jelaskan konsep dasar informasi menurut yang anda ketahui?
2. Jelaskan konsep dasar informasi menurut yang anda ketahui?
3. Jelaskan konsep dasar sistem informasi menurut yang anda ketahui ?
4. Dibawah ini ada beberapa komponen sistem informasi, jelaskan !
a. komponen input
b. komponen model
c. komponen output
d. komponen teknologi
e. komponen hardware
f. komponen software
g. komponen basis data
h. komponen kontrol
5. Dalam konfirmasi sistem informasi ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan ?
a. siapa saja yang bisa terlibat dalam pengembangan sistem
b. jelaskan tahapan pengembangan sistem yang baik
6. Mengenai analisa sistem, jelaskan tahapan tahapannya ?
7. Metedologi analisa sistem, jelaskan tahapan tahapannya ?
JAWABAN
1. konsep dasar sistem adalah kumpulan dari beberapa elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2. konsep dasar informasi adalah data yang telah di proses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat, jadi ada suatu proses data menjadi satu informasi.
3. konsep dasar sistem informasi adalah suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya.
4. a) Komponen input.
b)Komponen model.
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode
dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen
dasar.
b)Komponen model.
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah
ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c) Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan
dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
d) Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk
menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan
mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
e) Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media
penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat
untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan
sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan
mempermudah kerja dari
sistem informasi.
f) Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data
yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
g) Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan
satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat
lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan
penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan
sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang
baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau
dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database
Management System).
h) Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air,
debu, kecurangan-kecurangan,
kegagalan-kegagalan
sistem itu sendiri, ketidak efisienan,
sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk
meyakinkan bahwa halhal
yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur
terjadi kesalahan-kesalahan
dapat langsung cepat diatasi.
5. a) yang terlibat di dalam pengembangan sistem;
- Programmers. Untuk yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi, programmers tugasnya menulis kode program atau merealisasikan desain sistem.
- Systems analysts. Yang ini juga pasti tidak asing, tugasnya adalah untuk menemukan masalah dan memberikan solusi, dan membuat desain sistem yang memenuhi requirement. Bisa dikatakan orang yang berada pada posisi ini menjembatani antara business analyst dan programmers.
- Business analyst. Bertugas untuk mengerti proses bisnis organisasi dan kebutuhannya dan bekerja sama dengan systems analysts. Proses bisnis yang sudah dimengerti kemudian diberikan ke systems analysts agar dapat dibuat desain sistem yang sesuai dengan requirement.
- Project managers. Bertugas untuk mengatur budget dan jadwal, melakukan risk analysis, dan memastikan proyek bisa selesai tepat waktu.
- Senior IT management. Bertanggung jawab dan me-manage IT di dalam organisasi.
- Chief information officer (CIO). Juga dikenal dengan chief knowledge officer, bertanggung jawab terhadap IT, IS (Information System), dan strategi informasi dan menyelaraskannya dengan proses bisnis secara keseluruhan.
a.
Tahap Perencanaan Sistem (System Planning)
Tahap Perencanaan yaitu menyangkut studi kelayakan baik secara teknis
maupun secara teknologi serta penjadualan pengembangan suatu proyek sistem
informasi dan atau perngkat lunak.
b.
Tahap Analisis Sistem (System Analysis)
Tahap Analisis yaitu dimana kita berusaha mengenali segenap permasalahan
yang muncul pada pengguna dengan mendekomposisikan use case diagram lebih
lanjut, mengenali komponen-komponen sistem, obyek-obyek, hubungan antar obyek,
dan sebagainya.
c.
Tahap Perancangan (System
)
Tahap perancangan lebih menekankan pada platform apa hasil dari tahap analisis kelak akan diimplementasikan
serta tahap dimana kita melakukan penghalusan (Refinement) kelas-kelas yang didapat pada tahap analisis serta jika
perlu menambahkan dan memodifikasi kelas-kelas yang akan lebih mengefesienkan
serta mengefektifkan sistem/perangkat lunak yang akan kita kembangkan.
d.
Tahap Implementasi (Implementation)
Tahap implementasi dimana kita
mengimplementasikan perancangan sistem ke situasi yang nyata. Di sini kita
mulai berurusan dengan pemilihan perangkat keras, penyusunan perangkat keras
aplikasi (pengkodean/coding).
e.
Tahap Pengujian (Testing).
Pada tahap ini apakah sistem yang kita buat sudah sesuai dengan kebutuhan
pengguna atau belum.
f.
Pemeliharaan (Maintenance)
Tahap pemeliharaan merupakan
bentuk evaluasi untuk memantau supaya sistem informasi yang dioperasikan dapat
berjalan secara optimal dan sesuai dengan harapan pemakai maupun organisasi
yang menggunakan sistem tersebut. Memelihara sistem sehingga sistem tersebut
memberikan dukungan yang diperlukan. Pemiliharaan sistem dilaksanakan untuk
tiga alasan, yakni memperbaiki kesalahan, menjaga kemutakhiran sistem,
meningkatkan sistem.
6) Tahapan-tahapan analisis sistem;
- Menentukan ruang lingkup sistem
- mengumpulkan fakta studi
- mengkomunikasikan penemuan melalui laporan analisis sistem.
7) Pendekatan yang dapat digunakan dalam pengembangan sistem:
- Pendekatan secara terstruktur
- Pendekatan secara objek.
Kamis, 17 April 2014
Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer
1. SISTEM OTOMASI PERKANTORAN
Sistem otomasi perkantoran atau terkadang disebut sistem informasi perkantoran (office information system atau OIS) adalah :
Sistem yang memberikan fasilitas tugas-tugas pemrosesan informasi sehari-hari didalam perkantoran dan organisasi bisnis.
Sistem ini menyediakan aneka ragam perangkat untuk pemrosesan informasi, seperti pengolah lembar kerja (spreadsheet), pengolah kata (word processor), pengolah grafik, aplikasi presentasi, pengaksesan basis data personal, surat elektronik (email), surat bersuara (voice mail), dan teleconference. Pengguna sistem ini pada prinsipnya adalah semua personil dalam organisasi, baik staf maupun yang masuk kategori level manajemen.
Contoh pengguna perangkat-perangkat yang mendukung otomasi perkantoran :
Pengolah lembar kerja digunakan menganalisa berbagai kemungkinan harga.
Pengolah kata dipakai untuk membuat kontrak penjualan.
Surat elektronik untuk memberikan deskripsi produk kepada calon pelanggan.
Tujuan Otomatisasi Kantor
• Produk OA memungkinkan pekerja kantor untuk
memproses lebih banyak dokumen dengan lebih cepat
dan lebih baik.
• Oa bisa membuat hal tersebut lebih mudah bagi pekerja
berpengetahuan untuk menyiapkan korespondensi
keluar. Sebagai contoh, pekerja berpengetahuan atau
sekretaris bisa menggunakan pengolahan kata untuk
menyiapkan surat, memo, dan laporan.
Model dari sistem ini:
2. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN.
system pendukung keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan organisasi. Suatu DSS yang dirancang dengan benar adalah suatu system berbasis perangkat lunak interaktif yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan mengkompilasi informasi yang berguna dari data mentah, dokumen, pengetahuan pribadi, dan/atau model bisnis untuk mengidentifikasikan dan memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan.
contoh layout:
3. SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF
layout :
Contoh Penggunaan EIS Pada Suatu Perusahaan
Contoh: Groupware.
5. SISTEM PENDUKUNG CERDAS.
Sistem otomasi perkantoran atau terkadang disebut sistem informasi perkantoran (office information system atau OIS) adalah :
Sistem yang memberikan fasilitas tugas-tugas pemrosesan informasi sehari-hari didalam perkantoran dan organisasi bisnis.
Sistem ini menyediakan aneka ragam perangkat untuk pemrosesan informasi, seperti pengolah lembar kerja (spreadsheet), pengolah kata (word processor), pengolah grafik, aplikasi presentasi, pengaksesan basis data personal, surat elektronik (email), surat bersuara (voice mail), dan teleconference. Pengguna sistem ini pada prinsipnya adalah semua personil dalam organisasi, baik staf maupun yang masuk kategori level manajemen.
Contoh pengguna perangkat-perangkat yang mendukung otomasi perkantoran :
Pengolah lembar kerja digunakan menganalisa berbagai kemungkinan harga.
Pengolah kata dipakai untuk membuat kontrak penjualan.
Surat elektronik untuk memberikan deskripsi produk kepada calon pelanggan.
Tujuan Otomatisasi Kantor
• Produk OA memungkinkan pekerja kantor untuk
memproses lebih banyak dokumen dengan lebih cepat
dan lebih baik.
• Oa bisa membuat hal tersebut lebih mudah bagi pekerja
berpengetahuan untuk menyiapkan korespondensi
keluar. Sebagai contoh, pekerja berpengetahuan atau
sekretaris bisa menggunakan pengolahan kata untuk
menyiapkan surat, memo, dan laporan.
Model dari sistem ini:
Contoh
Salah satu penggunaan otomatisasi kantor yang terkenal saat ini adalah penggunaan Video Conference dimana teknologi komunikasi ini memungkinkan dua orang atau lebih dapat berkomunikasi secara langsung tanpa mengenal batasan waktu dan tempat. Video Conference ini sangat berguna bagi para manajer di satu tempat untuk bertukar informasi dengan manajer lain di wilayah lain (misal luar negeri) untuk memahami fenomena yang terjadi. Teknologi ini tentu saja dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga yang sangat besar dibandingkan para manajer tersebut harus bertemu tatap muka di suatu tempat.2. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN.
system pendukung keputusan adalah serangkaian kelas tertentu dari system informasi terkomputerisasi yang mendukung kegiatan pengambilan keputusan bisnis dan organisasi. Suatu DSS yang dirancang dengan benar adalah suatu system berbasis perangkat lunak interaktif yang dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan mengkompilasi informasi yang berguna dari data mentah, dokumen, pengetahuan pribadi, dan/atau model bisnis untuk mengidentifikasikan dan memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan.
System pendukung keputusan atau DSS digunakan untuk mengumpulkan
data, menganalisa dan membentuk data yang dikoleksi, dan mengambil
keputusan yang benar atau membangun strategi dari analisis, tidak
pengaruh terhadap computer, basis data atau manusia penggunanya.
contoh :
model
contoh layout:
3. SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF
Sistem informasi eksekutif disebut sebagai sistem
pendukung eksekutif. Sistem ini merupakan sistem
informasi yang menyediakan fasilitas yang fleksibel
bagi eksekutif dalam me
ngakses informasi eksternal
dan internal yang berguna untuk mengindentifikasi
masalah. Pemakai yang awam dengan komputer pun
tidak sulit mengoperasikannya karena sistem dilengkapi
antarmuka yang sangat memudahkan pemakai untuk
menggunakannya.
contoh model:
layout :
Contoh Penggunaan EIS Pada Suatu Perusahaan
Untuk Contoh penggunaan Sistem
Informasi Eksekutif pada perusahaan, disini saya ambil contoh Museum House of Sampoerna milik PT.
Sampoerna Tbk. yang terletak di Jl. Taman Sampoerna 6,
Pabean Cantikan, Surabaya. Didalam museum tersebut ada banyak sekali
tempat-tempat seperti warung tempo dulu yang konon dahulu menjadi tempat
penjualan roko Sampoerna, ada juga mesin pengolah tembakau, dan yang sangat
memukau adalah monitor Touch Screen(layar sentuh), ini diperuntukkan bagi
pengunjung yang tahu secara detail tentang sejarah Sampoerna, dengan menyentuh
layar kita sudah bisa menikmati cerita tentang sejarah berdirinya Sampoerna.
Monitor touch screen ini adalah salah satu contoh penerapan Sistem Informasi
Eksekutif dengan Zero Tutorial(tanpa tutorial), jadi seseorang tidak perlu
belajar mengoperasikan monitor tersebut.
Alasan
perusahaan memakai sistem ini dikarenakan Mereke percaya, dengan sistem ini
perusahaannya akan semakin maju dengan pesat karena ada suatu sistem yang mampu
memberikan informasi yang tepat, cepat, akurat, dan juga para petinggi gampang
untuk menganalisa dan mengambil keputusan untuk kemajuan perusahaannya.
4. SISTEM PENDUKUNG KELOMPOK.
adalah sistem berbasis komputer yang interaktif yang memudahkan pemecahan masalah tidak terstruktur oleh beberapa (set) pembuat keputusan yg bekerja sama sebagai suatu kelompok.
contoh model:
Contoh: Groupware.
5. SISTEM PENDUKUNG CERDAS.
adalah sistem yang memiliki kemampuan seperti kecerdasan manusia
Beberapa sifat sistem ini:
◦Belajar atau memahami permasalahan berdasarkan pengalaman
◦Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap siatusi-situasi baru
◦Mampu menangani masalah yang kompleks (masalah semiterstruktur)
◦Memecahkan permasalahan berdasarkan penalaran
◦Menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan
CONTOH MODEL:
Contoh Sistem
Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS)
FORMAL TASKS
(matematika, games)
MUNDANE TASK
(perception, robotics, natural language, common sense, reasoning)
EXPERT TASKS
(financial analysis, medical diagnostics, engineering,
scientific analysis,
dll)
PERMAINAN (game)
NATURAL LANGUAGE–
suatu teknologi yang memberikan kemampuan kepada komputer untuk memahami bahasa
manusia sehingga pengguna komputer dapat berkomunikasi dengan komputer dengan
menggunakan bahasa sehari –hari
ROBOTIK DAN SISTEM
SENSOR– sistem sensor, seperti sistem vision, sistem tactile, dan sistem
pemrosesan sinyal jika dikombinasikan dengan ai, dapat dikategorikan kedalam suatu sistem yang luas
yang disebut sistem robotik.
EXPERT SYSTEM—SISTEM
PAKAR (EXPERT SYSTEM) adalah program penasehat berbasis komputer yang mencoba meniru proses berpikir dan
pengetahuan dari seorang pakar dalam menyelesaikan masalah-masalah spesifik.
Kamis, 10 April 2014
Mengenai Sistem Informasi
1. Komponen-komponen sitem informasi:
a. Manusia
Manusia diperlukan
dalam operasi sistem informasi. Sumber daya manusia ini meliputi pemakai akhir
dan pakar sistem. Pemakai akhir adalah orang yang menggunakan informasi yang
dihasilkan sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi, mahasiswa,
dosen dan orang-orang yang berkepentingan.
Sedangkan pakar sistem informasi adalah orang yang mengembangkan dan
mengoperasikan sistem informasi,
misalnya system analyst, developer,
operator sistem dan staf administrasi lainnya (Mulyanto, 2009).
b. Hardware
Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang
digunakan dalam memproses informasi, misalnya komputer dan periferalnya, lembar
kertas, disk magnetic atau optik dan flash disk (Mulyanto, 2009).
c. Software
Software merupakan sekumpulan
perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan
tertentu untuk memerintahkan komputer agar melaksanakan sesuatu (Ladjamudin, 2005).
d. Data
Data merupakan dasar
sumber daya organisasi yang diperlukan untuk memproses informasi. Data dapat
berbentuk teks, gambar, audio maupun video. Sumber daya informasi umumnya
diatur, disimpan dan diakses oleh berbagai pengelolaan sumber daya data ke
dalam database dan dasar pengetahuan (Lajamudin, 2005).
e. Jaringan
Sumber daya jaringan
merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer, pemroses komunikasi dan
peralatan lainnya dengan kendali software komunikasi. Jaringan dapat berupa
kabel, satelit, seluler dan pendukung jaringan seperti modem, software pengendali
serta prosesor antar jaringan (Ladjamudin, 2005).
Keseluruhan komponen
sistem informasi tersebut saling terkait satu sama lain dalam sistem informasi.
Sistem informasi dibangun menggunakan teknologi komunikasi dan informasi yaitu hardware, software dan jaringan. Ketiga komponen tersebut dipakai untuk
mengolah data yang diperoleh untuk menghasilkan informasi yang lebih
bermanfaat. Keseluruhan proses pengolahan informasi tidak lepas dari komponen
manusia. Manusia adalah komponen penting sistem informasi karena sistem
informasi adalah benda yang tidak bermanfaat bila tidak digunakan oleh manusia.
2. Arsitektur informasi adalah suatu pemetaan atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam
suatu organisasi. Tujuan dari arsitektur ini adalah agar bagian
teknologi informasi memenuhi kebutuhan-kebutuhan bisnis strategis
organisasi.
3. macam arsitektur teknologi:
a. Arsitektur Tersentralisasi adalah pemrosesan
data yang terpusat (biasa disebut komputasi terpusat). dan dalam semua
pemrosesan dalam arsitektur tersentrala, data dilakukan oleh komputer
yang ditempatkan di dalam suatu lokasi yang ditunjukan untuk melayani
semua pemakai dalam organisasi.
b. Arsitektur Terdistribusi adalah sistem dimana pemrosesan informasi didistribusikan pada beberapa computer dan tidak terbatas hanya pada satu mesin saja.
c. Arsitektur Client/Server adalah model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi komputer.
4 client adalah setiap instance dari komputer yang meminta layanan.
server adalah instance dari komputer yang menyediakan layanan.
5. a. Peranan Analisis sistem adalah mengumpulkan dan mengintepretasikan kenyataan -kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakanya untuk memperbaiki sistem.
b. Peranan analisis pemrograman adalah orang yang menganalisa program seperti cara kerja dari program sehingga tidak dapa di ubah atau menambah fungsi tertentu.
c. Administrator basis data adalah orang yang mengoperasikan dan memelihara komputer dan jaringan .
d. programer adalah orang yang mampu membuat program/perangkat lunaknya sehingga dapat menjalankan perangkat kerasnya.
5. Komputasi Pemakai akhir adalah
orang yang memakai sistem informasi atau informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi.
b. Arsitektur Terdistribusi adalah sistem dimana pemrosesan informasi didistribusikan pada beberapa computer dan tidak terbatas hanya pada satu mesin saja.
c. Arsitektur Client/Server adalah model konektivitas pada jaringan yang membedakan fungsi komputer.
4 client adalah setiap instance dari komputer yang meminta layanan.
server adalah instance dari komputer yang menyediakan layanan.
5. a. Peranan Analisis sistem adalah mengumpulkan dan mengintepretasikan kenyataan -kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakanya untuk memperbaiki sistem.
b. Peranan analisis pemrograman adalah orang yang menganalisa program seperti cara kerja dari program sehingga tidak dapa di ubah atau menambah fungsi tertentu.
c. Administrator basis data adalah orang yang mengoperasikan dan memelihara komputer dan jaringan .
d. programer adalah orang yang mampu membuat program/perangkat lunaknya sehingga dapat menjalankan perangkat kerasnya.
5. Komputasi Pemakai akhir adalah
orang yang memakai sistem informasi atau informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi.
Rabu, 19 Maret 2014
SISTEM INFORMASI KEUANGAN
Sistem Informasi Akuntansi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Suatu perusahaan pada saat didirikan mempunyai tujuan yang
berbeda, namun pada umumnya tujuan perusahaan adalah mendapatkan laba atas
hasil usaha yng dijalankan. Seiring dengan berkembangnya perusahaan dibutuhkan
lebih banyak tenaga kerja untuk menunjang kegiatannya, namun terkadang ditemui
kesulitan dalam pencarian tenaga kerja yang berkualitas karena harus
mempertimbangkan kesejahteraan dan upah yang kompetitif dengan peusahaan lain.
Gaji adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima tenga kerja berdsarkan
kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya.
Prosedur pengupahan dan penggajian yang baik seharusnya
dijalankan dengan efektif. Untuk itu maka diperlukan informasi yang relevan
sebagai sarana komunikasi yang nantinya dapat digunakan untuk pengambilan
keputusan bagi pihak yang berkepentingan. Informasi merupakan kebutuhan utama
manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsinya. Manajemen membutuhkan banyak
informasi agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. Informasi yang banyak
tersebut tidak mungkin ditampung seluruhnya oleh manajemen. Untuk itu
diperlukan suatu sistem yang dapat mendukung kebutuhan manajemen dalam
mengelaola perusahaan yaitu sistem informasi akuntansi.
Sistem Informasi Akuntansi merupakan salah satu sarana untuk
melakukan pengendalian terhadap prosedur pengupahan dan penggajian agar
pelaksanaannya dapat berjalan sesuai rencana untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dengan adanya Sistem Informasi Akuntansi yang baik diharapkan dapat menghindari
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di perusahaan. Oleh sebab itu sangatlah
jelas bahwa sistem informasi mempunyai hubungan yang erat dengan sistem
pengupahan dan penggajian.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi
akuntansi merupakan alat pengendalian internal untuk menangani kegiatan yang
terjadi secara berulangkali atau rutin. Sistem penggajian merupakan kegiatan
rutin yang perlu ditangani secara khusus karena berhubungan dengan motivasi
karyawan. Menurut Romney dan Steinbart, “Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
adalah sebuah sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data
untuk menghasilkan informasi bagi pengambil keputusan”. Menurut
Horngren, Harrison dan Bamber (2002:227), “Sistem Informasi Akuntansi adalah
kombinasi dari orang, catatan-catatan, dan prosedur yang dipergunakan oleh
perusahaan untuk menyediakan data keuangan”.
B. Pengertian gaji dan upah
Gaji dan upah merupakan balas jasa yang
diterima karyawan atas pekerjaan yang dilakukannya. Bagi karyawan, gaji dan
upah merupakan bentuk pengahrgaan atas pekerjaan dan prestasi kerjanya, selain
itu merupakan salah satu motivasi bagi mereka. Lain halnya dengan perusahaan,
bagi perusahaan gaji dan upah merupakan beban untuk mengahasilkan laba sehingga
pengelolaannya harus dilakukan sedemikian rupa agar tetap efektif dan efisien.
Hariandja,
Marihot Tuah Efendi (2002:24) mengungkapkan, “Gaji adalah balas jasa
dalam bentuk
uang yang diterima pegawai sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai
seorang pegawai yang memberikan sumbangan dalam mencapai tujuan organisasi.
Atau, dapat juga dikatakan sebagai bagian tetap yang diterima seseorang dari
keanggotaannya dalam sebuah organisasi.”
C.
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Gaji dan Upah
Sistem
akuntansi gaji dan upah digunakan untuk menetapkan, menerapkan, dan
mengevaluasi serta pembayaran yang tepat yang digunakan oleh pimpinan untuk
pengambilan keputusan yang diperlukan, baik yang berkaitan dengan motivasi
maupun trainning atau development karyawan.
Adapun
kegiatan penting dalam siklus manajemen sumber daya manusia adalah:
a.
Merekrut dan mempekerjakan karyawan baru.
b.
Melatih.
c.
Memberikan tugas pekerjaan.
d.
Memberikan kompensasi (penggajian).
e.
Mengevaluasi kinerja.
f.
Memberhentikan pegawai, secara sukarela atau dipecat.
Mulyadi
(2001:382) menyatakan sebagai berikut:
1.
Fungsi Kepegawaian
2.
Fungsi Pencatat Waktu
3. Fungsi Pembuat Daftar Gaji
4. Fungsi
Akuntansi
5. Fungsi keuangan
Untuk lebih jelasnya akan diuraikan
satu persatu dari fungsi yang terkait dalam Sistem Informasi Akuntansi
Penggajian dan pengupahan, adalah sebagai berikut :
1.
Fungsi Kepegawaian
Fungsi
ini bertanggung jawab untuk mencari karyawan baru, membuat surat calon
karyawan, memutuskan penempatan karyawan baru, menbuat surat keputusan tarif
gaji dan upah karyawan, kenaikan pangkat dan golongan gaji, mutasi serta
pemberhantian karyawan.
2.
Fungsi Pencatat Waktu
Fungsi
ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir bagi semua
karyawan perusahaan.
3.
Fungsi Pembuat Daftar Gaji
Fungsi ini
bertanggung jawab untuk membuat daftar gaji dan upah yang berisi penghasilan
bruto yang menjadi hak dan potongan yang menjadi beban setiap karyawan selama
jangka waktu pembayaran gaji.
4. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggung jawab untuk memcatat kewajiban yang
timbul dalam hubungannya dengan pembayaran gaji karyawan.
5. Fungsi Keuangan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran
gaji dan upah, dan menguangkan cek tersebut ke Bank. Uang tunai tersebut
kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji setiap karyawan untuk selanjutnya
dibagikan kepada karyawan yang berhak.
D.
Pegertian Prosedur
Prosedur
atau kebijakan dalam suatu perusahaan merupakan suatu alat bagi pihak manajemen
untuk mengadakan pengawasan terhadap operasi perusahaan baik
transaksi–transaksi maupun didalam managerisasi kecakapan pegawainya,
didalam melaksanakan kebijakan–kebijakan yang telah di berikan oleh pihak
perusahaan. Dalam hal ini kebijaksanaan tersebut haruslah fleksibel,
disesuaikan dengan perkembangan perusahaan dimasa yang akan datang.
Mulyadi (2001:385)
mengungkapkan, “Prosedur adalah suatu ukuran kegiatan
klerikal
biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departen atau lebih yang dibuat
untuk manajemen penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi
berulang–ulang.”
Prosedur
Membentuk Sistem Informasi Akuntansi Penggajian
Dalam
sistem informasi akuntansi penggajian terdapat prosedur–prosedur yang saling
mendukung satu dengan yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Mulyadi
(2001:385) dalam bukunya Sistem Akuntansi prosedur–prosedur tersebut adalah :
1. Prosedur Pencatatan Waktu
Hadir
2. Prosedur Pencatatan Waktu
Kerja
3.
Prosedur Pembuatan Daftar Gaji
4.
Prosedur Distribusi Biaya Gaji
5.
Prosedur Pembayaran gaji.
Untuk lebih
jelasnya akan diuraikan satu persatu dari prosedur–prosedur yang membentuk
sistem informasi akuntansi penggajian :
1.
Prosedur Pencatatan Waktu Hadir
Prosedur ini
bertujuan untuk mencatat waktu hadir karyawan. Pencatatan waktu hadir
diselenggarakan oleh fungsi pencatat waktu dengan menggunakan daftar hadir dan
dapat pula diisi secara otomatis oleh mesin pencatat waktu (time recorder marchin). Disamping itu
pencatatan waktu hadir diselenggarakan pula untuk menentukan gaji dan upah.
2.
Prosedur Pencatatan Waktu Kerja
Dalam perusahaan
manufaktur yang produksinya berdasarkan pesanan, pencatatan waktu kerja
diperdiperlukan bagi karyawan yang bekerja di fungsi produksi.
3.
Prosedur Pembuatan Daftar Gaji
Dalam
prosedur ini, fungsi pembuat daftar gaji membuat daftar gaji dan upah karyawan.
Dimana potongan PPh pasal 21
ini dicantumkan dalam daftar gaji dan upah.
4.
Prosedur Distribusi Biaya Gaji
Dalam
prosedur biaya gaji, biaya tenaga kerja didistribusikan kepada
departemen–departemen yang menikmati manfaat tenaga kerja dimana distribusi
tenaga kerja ini dimaksudkan untuk pengendalian biaya dan perhitungan harga
pokok pabrik.
5.
Prosedur Pembayaran gaji
Prosedur ini melibatkan fungsi akuntansi
dan keuangan. Fungsi akuntansi membuat perintah pengeluaran kas kepada fungsi
keuangan untuk menulis cek guna pembayaran gaji dan upah. Fungsi keuangan
kemudian menguangkan cek tersebut ke Bank dan memasukan uang ke dalam amplop
gaji.
BAB III
PROFIL PERUSAHAAN
A.
Sejarah Berdirinya PT.
Prakarsa Subur
Sebelum PT. Prakarsa Subur diawali dengan berdirinya CV. Prakarsa Subur
yang didirikan berdasarkan Akta Notaris Sofyan, SH No. 5 tanggal 14 Oktober
1989. Masuk dan keluarnya Persero serta Perubahan Akta Melalui Notaris &
PPAT Nasrul, SH No. 22 tertanggal 28 Desember 2004. Selanjutnya pada tanggal 10
Januari 2005 melalui Notaris Nasrul, SH dengan Akta No. 17 merubah Perseroan
Komanditer CV. Prakarsa Subur menjadi PT. Prakarsa Subur dengan Akta No. 8
tanggal 10 Maret 2005. Tertuang Berita Acara Rapat Umum Luar Biasa Pemegang
Saham PT. Prakarsa Subur. Akta Pendirian PT. Prakarsa Subur disyahkan oleh
Menteri Kehakiman No. C. 05346 HT. 01.01.Th.2005 tertanggal 01 Maret 2005.
Selanjutnya perubahan susunan direksi dan dewan komisaris yang dikuatkan
dengan Akta Notaris Hendra Idris, SH di Padang No. 05 tanggal 17 Juli 2009.
Terakhir persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang telah
ditetapkan melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia R.I No. AHU.
2397.AH.01.02 Tahun 2010 disyahkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 2010.
1. Hari Kerja Karyawan
Hari kerja karyawan
adalah enam hari kerja. Kompensasi yang diberikan
adalah tunjangan hari raya (THR)
Hak-hak yang Wajib
Diterima Karyawan
Kesejahteraan lainnya
yang diberikan perusahaan pada karyawan bersama masyarakat sekitar perusahaan
antara lain:
-
Mengadakan
mudik bersama bagi karyawan yang akan pulang kampung pada saat lebaran
-
Pemberian Tunjangan Hari Raya
Di samping itu untuk
memastikan kesejahteraan karyawan, P.T. Prakarsa
Subur
memberikan pelatihan khusus untuk karyawan
yakni mengembangkan
sistem bonus kepada karyawan yang berprestasi serta
mempunyai kemampuan yang tinggi dengan berpedoman pada keuntungan proyek dalam setahun.
2. Contoh Sistim Peredaran
Usaha/Proyek Meliputi :
a) Melalui Tender/SPK Proyek Pengadaan
Komputer/Alat Laboratorium UNP dan UNAND
Tender/Pelelangan
dapat diketahui melalui pengumuman media koran dan internet. Berdasarkan
pengumuman ada diminta syarat sesuai dengan Bidang Pengadaan dan Sub Bidang Pengadaan dan
syarat-syarat lainnya. Kalau telah memenuhi kriteria pengumuman baru Perusahaan
berminat dan mengikuti Tender/Pelelangan yang dimaksud Proyek Pengadaan
Komputer/Alat Laboratorium UNP dan UNAND.
b) Surat Penawaran Harga, Rencana Anggaran
Biaya dan Syarat-Syarat Administrasi serta Teknis.
Sebagai
persyaratan Tender/Pelelangan, maka dibuat Surat Penawaran Harga, Rencana
Anggaran Biaya dan Syarat-Syarat Administrasi serta Teknis. Penawaran dibuat
berdasarkan harga pasar sekarang, ini dapat diambil dari Distributor/Agen yang
menjual barang untuk Pengadaan Tender/Pelelangan yang dimaksud. Harga Penawaran
yang ditawarkan sudah termasuk keuntungan dan pajak-pajak yang berlaku. Umumnya
pajak untuk Proyek Pengadaan Barang ini terdiri dari PPN 10 % dan PPh Pasal 22
sebesar 1,5 % . Hitungan pajak dihitung dari Nilai Proyek yang dimaksud.
Adapun
persyaratan lain harus dipenuhi juga diantaranya Syarat-Syarat Administrasi dan
Teknis. Kelengkapan Perusahaan seperti SIUP, TDP, NPWP/PKP, SITU dan Akte
Pendirian Perusahaan harus dilengkapi juga, seiring dengan masuknya Surat
Penawaran Harga dan RAB. Berdasarkan kelengkapan surat-surat tersebut diambil
penilaian dari Panitia Proyek untuk mengeluarkan Pengumuman Pemenang
Tender/Pelelangan.
c) Dokumen Kontrak / SPK Pelaksanaan
Kerja
Berdasarkan
Hasil Pengumuman Pemenang Tender/Pelelangan yang keluar maka dibuat Dokumen
Kontrak/SPK Pelaksanaan Kerja. Dalam Dokumen Kontrak/SPK di uraian pasal-pasal
mengenai pelaksanaan kerja, jadwal dan nilai harga kontrak. Sehingga Perusahaan
sebagai Rekanan Proyek dapat melaksanakan Proyek sesuai dengan Kontrak dan
Pekerjaan dari Proyek tersebut harus siap 100 %.
d) Pembelian dan Pengadaan
Barang/Order ke Agen/Distributor
Persiapan
Pengadaan Barang/Order ke Agen/Distributor baru dapat kami laksanakan setelah
proses administrasi selesai antara Pihak Pertama dengan Pihak Kedua.
Diantaranya setelah keluarnya pengumuman pemenang lelang, maka kami sesegera
mungkin mengurus penandatanganan kontrak dan barulah kami bekerja setelah
adanya Surat Perintah Mulai Kerja
dari Pejabat Pembuat Komitmen/KPA. Dengan berpegang kepada Surat Perintah Mulai
Kerja dan Kontrak yang sudah ditandatangani itu kami mulai memesan barang kepada
agen/distributor sesuai dengan jumlah barang dan spesifikasi yang diminta.
e) Pengiriman Barang
ke Lokasi Proyek UNP dan UNAND
Pengadaan
Barang yang telah sesuai dengan spesifikasi Proyek diantar ke lokasi/tempat
masing-masing Proyek, dengan catatan barang yang dipesan tersedia di
agen/distributor. Barang kami bawa dengan jasa expedisi yang menggunakan truk.
Keselamatan barang-barang selama dalam perjalanan sampai barang dilokasi
ditanggung oleh expedisi dan penyedia barang.
f) Pemeriksaan dan
Serah Terima Barang Barang serta dibuatkan Berita Acara Serah Terima 100 %
Pemeriksaan
barang dilakukan setelah Barang sampai di lokasi, diletakan dan diatur sesuai
dengan tempat masing-masing Proyek. Barang yang sudah sesuai jenisnya dengan
spesifikasi yang diminta kemudian dihitung jumlahnya, kemudian dilaksanakan
Tes/Uji Coba dan siap dioperasikan. Setelah itu baru dibuatkan Berita Acara
Serah Terima Barang.
g) Proyek/Bendahara Proyek
mencairkan Dana Proyek 100%, potong PPn 10% dan PPh Pasal 22 (1,5%) dari Nilai
Proyek.
Setelah
semua Barang Proyek sudah sampai di lokasi dan telah siap untuk
dioperasionalkan maka dilaksanakan Pencairan Dana Proyek 100 %, potong PPn 10 %
dan PPh Pasal 22 (1,5 %). Proses untuk pencairan dana ini melalui prosedur
Proyek yang bersangkutan baik pada Instansi Pemerintah maupun Swasta.
Perusahaan
dalam hal ini mengajukan dahulu surat permintaan pembayaran kepada Proyek yang
langsung ditujukan kepada Pimpinan Proyek. Pencairan Dana Proyek langsung
ditransfer ke Rekening Bank Perusahaan yang sudah dipotong pajak PPn 10 % dan
PPh Pasal 22 (1,5 %), dengan terlebih dahulu melalui KPKN. Dengan demikian
telah selesai Pelaksanaan Pekerjaan Proyek siap 100 %.
BAB IV
PEMBAHASAN
1.
Fungsi-fungsi yang dijalankan PT. Prakarsa Subur dalam Sistem Informasi
berkenaan dengan prosedur pengupahan dan penggajian.
a.
Fungsi Kepegawaian
Fungsi
ini bertanggung jawab untuk mencari, merekrut karyawan baru serta membuat,
menyimpan, dan mengelola data-data dari setiap karyawan dalam satu file khusus.
b.
Fungsi Koordinator Operasional
Setelah
fungi kepegawaian berjalan, selanjutnya fungsi ini berkenaan dengan pengelolaan
kartu dan jam kerja karyawan, sehingga diketahui jumlah hadir atau absensi
karyawan pada setiap periode tertentu.
c.
Fungsi Administrasi dan Umum
Selanjutnya,
fungsi ini bertugas membuat daftar gaji setelah diketahui hari dan jam kerja
masing-masing karyawan.
d.
Fungsi Akuntansi
Fungsi
ini berhubungan dengan fungsi koordinator operasional dan fungsi administrasi
dan umum, dimana fungsi ini bertugas mencocokkan data atau catatan dari kedua
fungsi tersebut. Melalui fungsi ini juga dapat diketahui jumlah gaji terutang
pada karyawan, serta mencatat kas masuk dan keluar dari kegiatan operasional
perusahaan.
e.
Fungsi Keuangan
Fungsi
ini berkenaan dengan pembayaran gaji pada karyawan. Pegawai yang digaji,
seperti pegawai lapangan, di gaji melalui bank, karena pegawai lapangan
tugasnya mengantarkan barang
kemasing-masing tempat pesanan. Selain itu funsi ini juga bertanggung jawab
untuk melakukan pengelolaan terhadap pajak penghasilan (10%) setiap perusahaan
tutup buku.
Berdasarkan
fungsi-fungsi yang dijalankan dalam perusahaan diatas, maka dapat disimpulkan
bahwa setiap fungsi saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain sehingga
dapat terintegrasi dalam pencapaian tujuan yang dikendalikan secara
terkomputerisasi.
2.
Kefektifan sistem informasi akuntansi dalam perusahaan PT. Prakarsa
Subur
Dalam
kegiatan perusahaan tidak pernah terjadi penyimpangan dalam penggajian, karena
dalam perusahaan ini gaji diberikan sesuai dengan struktur jabatan
masing-masing pegawai, dan diberikan secara langsung kepada pegawai yang tetap,
dan untuk pegawai yang masih masa percobaan gaji diberikan sesuai dengan berapa
besar dia mendapatkan proyek nya, sedangkan pada pegawai yang lapangan gajinya
diberikan melalui bank, karena pegawai lapangan tugasnya, mengantarkan barang
ke pemesan.
Selama ini tidak
pernah terjadi kecurangan yang berhubungan dengan penggajian sehingga
perusahaan diharapkan terus mempertahankan sistem yang telah dimilikinya.
3.
Alat pendokumentasian yang digunakan oleh PT. Prakarsa Subur
Pemahaman
mengenai alat-alat dokumentasi merupakan suatu kebutuhan, apapun jenis karir
yang dipilih dalam bidang akuntansi. Secara umum terdapat empat alat
pendokumentasian yang digunakan perusahaan, yaitu :
a.
Diagram arus data (data flow diagram-DFD), sebuah deskripsi grafis atas
sumber dan tujuan data, yang memperlihatkan arus data dalam suatu organisasi,
proses yang dilakukan atas data tersebut, serta bagaimana data tersebut
disimpan.
b.
Bagan alir (flowchart) dokumen, sebuah deskripsi grafis atas arus
dokumen dan informasi antar-departemen atau bidang tanggung jawab dalam sebuah
organisasi.
c.
Bagan alir (flowchart) sistem, sebuah deskripsi grafis atas hubungan
antara input, pemrosesan dan output dalam sebuah sistem informasi.
d.
Bagan alir program, sebuah deskripsi grafis atas urutan pengoperasian
logis (logical operation) yang dilakukan komputer saat menjalankan sebuah
program.
Setiap
alat dokumentasi tersebut memilki kelebihan dan kelemahan. PT. Prakarsa subur
menggunakan diagram arus data (DFD) sebagai alat pendokumentasiannya
Langganan:
Postingan (Atom)
Home




